Dalam kesempatan itu, Kristomei mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungan dalam penanganan karhutla di Indonesia. Dukungan Australia ini melengkapi upaya pemadaman melalui operasi darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman titik api, sekaligus melanjutkan hubungan saling membantu antara Indonesia dan Australia dalam penanggulangan bencana.
Operasi udara ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 November 2026. Dalam operasi tersebut, Australia mengerahkan dua pesawat dan 20 personel spesialis penerbangan dari NSW RFS.
Selain pesawat Large Air Tanker Hercules C-130, Australia juga mengirimkan satu unit Cessna Citation yang berfungsi sebagai pesawat pemandu. Sebanyak 20 personel yang diterjunkan terdiri atas pilot, kru penerbangan, dan paramedis.