NADIKABAR.COM — Pemerintah menyampaikan alasan belum menetapkan karhutla di sejumlah wilayah menjadi bencana nasional. Pemerintah mengatakan masih sanggup menangani karhutla sehingga belum menetapkannya sebagai bencana nasional.
"Masalah penetapan bencana nasional, ya. Ya, sementara kita masih sanggup, ya. Negara kita masih sanggup," ungkap Menko Polkam Dudung Abdurachman saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2026).
Dudung mengatakan sejauh ini pemerintah telah menerima bantuan dari Malaysia meski karhutla tak ditetapkan sebagai bencana nasional. Bantuan itu meliputi 3 Helikopter dengan 52 personel.
"Itu kan tadi saya katakan, dari Malaysia akan memberikan bantuan. Artinya kalau ditetapkan bencana nasional, maka akan ada bantuan-bantuan dari asing," jelas Dudung.
"Kemarin juga ada dari Malaysia akan memberikan bantuan, tiga heli, kemudian 52 personel," imbuhnya.
Dudung juga memastikan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap penanganan karhutla. Pemantauan terus dilakukan, baik secara langsung maupun rapat daring.
"Yang perlu saya sampaikan bahwa perhatian pemerintah, Bapak Presiden, tentang karhutla ini sangat intens sekali, baik melalui Zoom maupun secara langsung," kata Dudung.
"Oleh karenanya, ini perlu diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi demi keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan," lanjutnya.
Dudung juga menyampaikan sore ini Presiden Prabowo akan mengundang jajaran Menteri Kabinet Merah Putih untuk melakukan rapat. Dalam rapat nanti, kata Dudung, salah satunya terkait dengan perkembangan penanganan karhutla.
"Dan nanti jam 14.30 WIB, Bapak Presiden juga akan mengundang kami sehingga kita akan dibahas kembali tentang karhutla," ungkap Dudung.
"Dan mudah-mudahan ke depan masalah karhutla ini segera bisa diatasi dan keamanan nasional ini akan terjaga, sehingga pembangunan nanti ke arah Indonesia Emas ini akan tetap akan kita bisa kawal bersama," imbuhnya.
Dalam rapat tingkat Menteri yang digelar oleh Dudung hari ini turut dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Kepala Bakom Syahganda Nainggolan, Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan, dan Irjen TNI Laksdya Hersan.