NADIKABAR.COM — Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak terpaku pada pola kerja rutin di tengah semakin luasnya penggunaan kecerdasan artifisial (AI) oleh masyarakat.
Tomsi dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan perkembangan AI generatif telah mengubah cara kerja dalam analisis, administrasi, dan pelayanan sehingga aparatur dituntut mampu mengikuti perubahan tersebut.
"Kalau kita bekerja rutin, kemudian masyarakat di luar sana menggunakan AI, maka di situ terdapat celah di mana kecepatan, kemudian komprehensif, memengaruhi bagaimana kita mengambil keputusan. Sehingga penilaian masyarakat terhadap kita sebagai ASN tentunya dapat berubah," katanya.
Pernyataan itu disampaikan Tomsi saat memberikan pengarahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Gelombang V Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun Anggaran 2026 secara daring, Senin.
Menurut dia, pekerjaan rutin semakin banyak terotomatisasi seiring perkembangan teknologi, sedangkan kebutuhan untuk mengambil keputusan dengan cepat terus meningkat.
Pada saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi.