Untuk mencegahnya, bersihkan riasan sebelum tidur dan perhatikan masa penggunaan produk kosmetik. Jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain, serta hindari menggunakan produk yang sudah berubah kondisi atau melewati tanggal kedaluwarsa.
3. Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis
Pengguna lensa kontak perlu lebih memperhatikan kebersihan tangan dan perlengkapan yang digunakan. Memasang atau melepas lensa kontak tanpa mencuci tangan dapat memindahkan bakteri ke area mata.
Risiko juga meningkat apabila lensa kontak tidak dibersihkan dan disimpan sesuai petunjuk pemakaian.
Karena itu, cuci tangan sebelum menangani lensa kontak dan ikuti petunjuk perawatan dari tenaga kesehatan mata. Jika sedang mengalami bintitan, hentikan sementara penggunaan lensa kontak hingga kondisi membaik.
4. Peradangan kelopak mata atau blefaritis
Orang yang mengalami blefaritis lebih rentan mengalami bintitan berulang. Blefaritis merupakan peradangan pada tepi kelopak mata yang dapat menyebabkan kemerahan, rasa gatal, iritasi, serta munculnya kerak di sekitar akar bulu mata.
Kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan kelenjar di kelopak mata dan meningkatkan risiko terjadinya bintitan.
Jika Anda sering mengalami kelopak mata merah, terasa gatal, atau terdapat kerak di sekitar bulu mata, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Perawatan kelopak mata yang sesuai dapat membantu mengendalikan blefaritis sekaligus mengurangi risiko bintitan kambuh.
Beberapa kondisi kulit, seperti rosacea, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko bintitan. Rosacea merupakan kondisi kulit yang dapat menyebabkan kemerahan pada wajah dan terkadang memengaruhi area mata.
Selain itu, gangguan pada kelenjar minyak kelopak mata dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami peradangan berulang.