Jika bintitan terus muncul meskipun kebersihan mata sudah dijaga, pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi faktor yang mendasarinya. Dengan begitu, penanganan tidak hanya berfokus pada benjolan yang muncul, tetapi juga pada penyebab yang membuatnya sering kambuh.
Cara mencegah mata bintitan berulang
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kelopak mata dan mengurangi risiko bintitan.
Pertama, jaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh mata tanpa alasan yang jelas. Kedua, bersihkan wajah dan riasan mata sebelum tidur. Pastikan pula kosmetik yang digunakan masih layak dan tidak dipakai bersama orang lain.
Ketiga, bersihkan kelopak mata secara lembut, terutama jika Anda memiliki riwayat blefaritis. Jika dokter telah memberikan petunjuk perawatan khusus, lakukan secara rutin sesuai anjuran.
Bagi orang yang pernah mengalami bintitan, kompres hangat secara berkala dapat membantu menjaga kondisi kelopak mata. Gunakan kain bersih dan air hangat yang nyaman, bukan air panas. Namun, langkah ini tidak menjamin bintitan tidak akan muncul kembali.
Selain itu, jangan memencet atau menusuk benjolan ketika bintitan muncul. Tindakan tersebut berisiko memperparah peradangan dan menyebarkan infeksi.
Kapan mata bintitan perlu diperiksa?
Bintitan umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika benjolan sering muncul kembali, tidak mulai membaik setelah sekitar 48 jam, atau terasa semakin nyeri.
Segera cari pertolongan medis apabila pembengkakan dan kemerahan meluas ke seluruh kelopak mata atau pipi, muncul demam, atau penglihatan terganggu.
Perlu diketahui, tidak semua benjolan pada kelopak mata merupakan bintitan. Benjolan yang keras dan tidak terlalu nyeri, misalnya, dapat disebabkan oleh kalazion, yaitu penyumbatan kelenjar minyak yang berbeda dari infeksi bintitan.