NADIKABAR.COM — Dari hamparan kebun teh di Ciwidey, Kabupaten Bandung, pucuk-pucuk daun yang dipetik petani biasanya mengawali perjalanan menuju pabrik pengolahan.
Namun, sebagian daun teh dari kawasan tersebut kini menempuh jalur berbeda sebelum berubah menjadi bubuk matcha bernilai tambah.
Perubahan itu menjadi bagian dari perjalanan usaha Rizal Firdaus Rayfasha melalui IndoMatcha. Berbekal potensi perkebunan teh di daerahnya, ia mengembangkan produk yang dikenal sebagai minuman khas Jepang, tetapi bahan bakunya dapat diolah dari teh lokal.
Rizal telah mengenal usaha teh keluarganya sejak lama. Usaha itu mulai berjalan sekitar 2011–2012, kemudian ia ikut terlibat pada 2014. Pada 2017, ia mulai mengembangkan matcha dengan kapasitas produksi sekitar 5–10 kilogram per bulan.