IndoMatcha tidak memiliki perkebunan sendiri. Bahan baku diperoleh dari kebun masyarakat dan pemasok di sekitar Ciwidey. Karena itu, kualitas produk ditentukan bukan hanya oleh proses pengolahan, tetapi juga kondisi tanaman, pemetikan, dan penanganan daun sejak dari kebun.

Salah satu proses yang diterapkan ialah peneduhan tanaman sekitar 12 hari sebelum pemetikan. Teh yang digunakan berasal dari varietas assamica dan sinensis, yang memiliki karakter berbeda sesuai kebutuhan produk akhir.

Hubungan dengan petani menjadi bagian penting rantai pasok usaha tersebut. Menurut Rizal, pabrik besar umumnya membeli pucuk teh Rp2.500–Rp3.000 per kilogram. IndoMatcha membelinya Rp4.000–Rp10.000 per kilogram. Untuk kategori special tea, harga dapat mencapai Rp12.000 per kilogram.

Selisih harga tersebut menunjukkan peluang peningkatan nilai bahan baku di tingkat hulu. Meski belum menggambarkan kenaikan pendapatan seluruh petani pemasok, pola pembelian itu memperlihatkan bahwa kualitas pucuk dapat membuka pilihan pasar dengan harga berbeda.