NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i mengatakan materi edukasi dan mitigasi bencana akan dimasukkan ke dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
“Perlu kita tanamkan literasi kebencanaan sejak dini, agar santri bukan hanya paham teori, tetapi memiliki naluri kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menyelamatkan diri maupun sesama,” ujar Wamenag dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pernyataan Wamenag itu disampaikan saat meninjau pameran karya riset kebencanaan santri di Dayah/Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) di Aceh Besar.
Romo Syafi’i menegaskan integrasi kurikulum mitigasi bencana merupakan langkah penting dan mendesak bagi ekosistem pendidikan keagamaan.