Menurut dia, bentang geografis Indonesia yang dinamis mendorong pentingnya lembaga pendidikan Islam untuk membekali para santri dengan kesiapsiagaan, pemahaman lingkungan, dan keterampilan penyelamatan diri secara terstruktur sejak dini.

“Kita rancang integrasi kurikulum ini agar madrasah dan pesantren punya kesiapan yang baik dalam menanggulangi bencana. Ini sejalan dengan agenda kita di kementerian untuk terus memperkuat edukasi keselamatan bagi anak-anak didik,” ujarnya.

Rencana penguatan kurikulum kebencanaan ini juga sejalan dengan inisiatif Kementerian Agama yang baru saja membentuk tim koordinasi penanganan darurat bernama Kemenag Peduli.

Tim ini tidak hanya berfokus pada respons cepat ketika bencana terjadi, melainkan juga mendukung langkah-langkah preventif serta edukatif di lingkungan satuan pendidikan agama.