NADIKABAR.COM — Indonesia kini berada di persimpangan sejarah yang amat krusial. Jendela bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga dekade ini membuka peluang emas untuk melompat menjadi negara maju pada saat usia kemerdekaan genap satu abad melalui Visi Indonesia Emas 2045.
Namun, melimpahnya populasi usia produktif tidak secara otomatis berbuah kesejahteraan jika tidak ditopang oleh kualitas modal manusia yang mumpuni. Realita di lapangan menunjukkan bahwa persoalan gizi buruk, stunting, hingga minimnya kecukupan asupan energi anak sekolah masih menjadi tantangan nyata yang menghambat potensi fisik dan kecerdasan generasi muda Indonesia.
Lahirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) membawa arah baru dalam pembangunan nasional bangsa ini. MBG tidak boleh dipandang secara sempit sebagai program bantuan sosial yang bersifat konsumtif atau sekadar pembagian makanan harian.