Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono mengatakan, hasil uji coba selama sepekan menunjukkan tingkat konsumsi makanan lebih baik, sementara makanan yang disajikan juga lebih segar dan hangat.
βAntusiasme siswanya juga lebih senang karena selain porsi yang dia dapat, kalau masih ada sisa masih bisa nambah,β kata Sudaryono.
Menurut dia, sistem prasmanan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil tambahan makanan apabila masih lapar, sehingga penyajian dapat lebih menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat.
Meski demikian, Sudaryono mengatakan, pemerintah masih mengkaji kebutuhan biaya dan tenaga kerja untuk menerapkan model tersebut.