Prosesi berlangsung dalam suasana hening dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Megawati bersama anak, menantu, keponakan, dan keluarga besar Bung Karno menjadi bagian dari penghormatan terakhir dalam rangkaian peringatan 40 hari wafatnya Guruh.

Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai salah satu seniman besar Indonesia yang sepanjang hidupnya memberikan kontribusi penting bagi perkembangan seni dan kebudayaan nasional.

Setelah Megawati dan keluarga besar selesai menaburkan bunga, sejumlah pimpinan pusat PDIP turut bergantian melakukan tabur bunga di pusara Guruh.

Rombongan kemudian menuju kediaman almarhum di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, untuk mengikuti acara tahlilan dan doa bersama mengenang kepergian putra bungsu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Di kediaman Guruh, puluhan santri telah duduk rapi. Tampak hadir Prof Din Syamsudin yang menjadi penceramah usai tahlilan.

Wakil keluarga besar Rommy Soekarno dalam sambutannya mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sosok paman yang akrab disapa Pak Lek Guruh.

Dia mengenang almarhum bukan hanya dari kehangatan hubungan kekeluargaan, melainkan juga keteladanan pemikiran serta kecintaannya yang tulus terhadap denyut seni, budaya, dan kedaulatan bangsa Indonesia.

"Kepergian Pak Lek Guruh bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Soekarno. Indonesia telah kehilangan seorang maestro, seorang pemikir kebudayaan, sekaligus tokoh yang menjadikan kesenian sebagai medium perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa," ujar Rommy dengan nada suara bergetar.

Rommy menegaskan, di mata almarhum Guruh, karya seni tidak pernah disederhanakan sekadar sebagai komoditas hiburan atau keindahan visual semata.