Apalagi, bambu yang digunakan sebagai wadah memasak tidak boleh sembarangan. Masyarakat hanya menggunakan bambu tipis yang dikenal dengan nama Tallang. Jenis bambu tersebut dipilih karena memiliki karakter yang sesuai dan tidak mudah hangus ketika diletakkan di atas bara api saat memasak doda'.

"Persiapan kita minimal sepuluh hari, mulai dari siapkan bahan, ambil kayu, kelapa dan bambu. Karena bambunya tidak sembarangan kita pakai, harus yang mudah dan tipis agar tidak gampang terbakar, kalau orang sini bilangnya tallang," ucapnya.

Onang menuturkan, wujud toleransi antarumat beragama juga terlihat jelas dalam pelaksanaan tradisi ma'doda di desa ini. Sebab, tidak jarang warga yang berbeda agama turut terlibat dalam tradisi ma'doda.

Hal tersebut seolah menjadi bukti bahwa ma'doda bukan hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat Desa Riso tanpa melihat latar belakang keyakinan.

"Jadi bukan hanya dilakukan umat muslim, saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan pasti turut serta membantu semua proses, mulai dari ambil bambu hingga proses membakar," papar Onang.

"Itu yang paling utama dan menjadi kesyukuran, karena semua kegiatan kita melibatkan semua warga, baik yang seagama maupun saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan pasti turut serta membantu saat tradisi ini dilaksanakan," tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Riso, mempertahankan tradisi ma'doda bukan sekedar menjaga warisan leluhur, namun juga merawat semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa budaya tidak hanya hidup melalui makanan atau ritualnya, tetapi juga melalui orang-orang yang terus menjalankannya.

Onang berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan secara turun-temurun. Apalagi, tradisi ini menjadi salah satu cara untuk menjalin silaturahmi antar warga, termasuk mereka yang berbeda agama.

"Itu yang paling utama, silaturahminya di situ luar biasa baik yang berbeda agama. Semua keluarga yang tinggal jauh kalau dengar mau ada maulid di Riso, pasti pulang kampung kalau ada kesempatan," pungkasnya.