Sementara material lainnya dibiarkan mengering sebelum proses pembakaran dilakukan.
Pembakaran pun dilakukan dengan memperhatikan keselamatan. Masyarakat melihat arah angin, membuat sekat bakar pada bagian yang berpotensi menjadi jalur penyebaran api, kemudian melakukan pembakaran secara bertahap.
Warga juga berjaga di sekitar lahan untuk memastikan api tetap berada di area yang telah ditentukan.
"Di sekitar lahan, anggota masyarakat juga bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak keluar dari area yang telah ditentukan," ujar Endah, dikutip dari ITB, Senin (31/8/2026).
Luas ladang yang dibakar pun relatif kecil, umumnya sekitar dua hektare atau kurang. Lokasi ladang keluarga juga tersebar sehingga tidak membentuk satu hamparan luas.
Sebagian biomassa dikeluarkan dari petak lahan. Dengan begitu, api lebih banyak membakar material yang berada di permukaan tanah dan pembakaran dapat berlangsung sekitar dua jam.
Bagi masyarakat Dayak Iban, pembakaran bukanlah tujuan akhir. Api hanya menjadi salah satu tahap dalam rangkaian panjang kegiatan berladang.
Abu hasil pembakaran dapat mengembalikan sebagian unsur hara ke tanah dan meningkatkan pH dalam batas tertentu. Setelah lahan siap dan hujan turun, masyarakat kemudian menanam padi.