NADIKABAR.COM — Rabu malam (30/9) Pakistan kembali menggencarkan serangan udara ke negara tetangganya, Afghanistan.

Kementerian Informasi Pakistan menyebut bahwa serangan menyasar persembunyian militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) di dua lokasi, mengklaim 22 militan telah tewas dalam serangan tersebut.

Afghanistan menyebut serangan tersebut telah menewaskan 10 warga sipil, kebanyakan di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, dan 10 lainnya terluka.

Klaim jumlah korban dari kedua belah pihak tidak dapat diverifikasi secara independen.

Kedua negara tetangga ini telah lama berselisih mengenai aktivitas militan di sepanjang perbatasan. Pakistan telah berulang kali melancarkan serangan udara di dalam wilayah Afghanistan sejak ketegangan antara keduanya meningkat drastis di awal tahun ini.

Misi PBB di Afghanistan menyatakan telah mendokumentasikan lebih dari 1.100 korban tewas dan terluka di kalangan sipil di Afghanistan akibat kekerasan lintas perbatasan sepanjang tahun 2026.

Juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan udara Pakistan menghantam rumah-rumah warga sipil di provinsi Helmand selatan dan provinsi Kunar timur, menghancurkan tiga rumah.

Awalnya ia menyebutkan angka korban yakni sembilan orang perempuan beserta anak-anak dan 11 lainnya terluka. "Kami mengutuk tindakan ini, dan menganggapnya sebagai tindakan agresi serta kejahatan yang melanggar prinsip universal," tegas jubir Taliban tersebut.