Mohammad Hashim, seorang warga berusia 30 tahun dari desa di provinsi Kunar, mengatakan serangan itu terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
"Saya mendengar seorang perempuan berteriak, meminta agar batu-batu yang menimpanya disingkirkan. Ia terjebak di bawahnya," jelas Hashim. "Kami menariknya keluar, dia terluka." Dia mengatakan bahwa saat menggali reruntuhan, ia menemukan jenazah dua pria dan empat anak-anak.
Seorang warga setempat lainnya, Mohammad Habib(32), mengatakan satu kepala keluarga yang tewas dalam serangan tersebut adalah seorang penggembala yang tidak berafiliasi dengan kelompok militan maupun pemerintah mana pun.
"Dia adalah pria yang tidak mampu dan begitu rendah hati. Setiap pagi dia melepaskan kambing-kambingnya tanpa ada yang menggembalakannya, dan kambing-kambing itu pergi di pagi hari lalu pulang ke rumah pada malam hari, dan (Pakistan) telah membuatnya mati syahid," kata Habib.
Pakistan mengelak telah menggencarkan serangan pada warga sipil. Kementerian Informasi Pakistan menyebut bahwa serangan udara telah direncanakan dan dikalibrasi dengan baik untuk menargetkan tempat persembunyian dan kamp militan TTP secara presisi dan akurasi. Kementerian tersebut menambahkan bahwa sejumlah besar senjata dan amunisi ditemukan di tempat-tempat persembunyian tersebut dan telah dihancurkan.
Afghanistan membantah telah melindungi militan TTP.
Pakistan menuduh pemerintah Taliban Afghanistan membiarkan para militan, khususnya Taliban Pakistan yang dikenal sebagai Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) untuk beroperasi dari wilayah Afghanistan dan melancarkan serangan di dalam wilayah Pakistan.