Meja dan kursi kembali tertata, fasilitas pembelajaran hadir, dan anak-anak perlahan mendapatkan kembali ruang yang selama ini menjadi bagian penting dari mimpi mereka.

Bagi mereka, sekolah yang dibangun kembali bukan sekadar bangunan baru, melainkan tempat untuk mengembalikan mimpi yang sempat terputus oleh bencana.

Khayla Syakira, siswi SMP Negeri 1 Mila, Kabupaten Pidie, Aceh, menjadi salah satu anak yang merasakan perubahan tersebut.

Setelah revitalisasi, ia merasakan ruang belajar yang jauh lebih baik. Bahkan, hadirnya mushala membuat kegiatan sekolah kembali terasa lengkap karena para siswa dapat menjalankan ibadah bersama setelah mengikuti pembelajaran.

β€œSetelah direnovasi, ruang belajar kami jauh lebih baik. Kami juga sudah memiliki mushala dan dapat melaksanakan shalat Zuhur berjamaah setiap hari,” kata Khayla.