NADIKABAR.COM — Bencana banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 tidak hanya meninggalkan rumah-rumah yang rusak, jalan yang terputus, dan hamparan lumpur yang mengering.

Di balik suasana muram setelah air surut, sekolah-sekolah juga menyisakan pemandangan yang memilukan: ruang kelas yang berantakan, meja dan kursi yang terendam, buku-buku yang basah, serta peralatan belajar yang tak lagi dapat digunakan.

Tidak kurang dari 4.922 satuan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak sapuan air dan lumpur pada tahun lalu.

Ada ruang-ruang kelas yang dipenuhi lumpur, bangunan yang kehilangan bagian atap, hingga sekolah yang nyaris tak lagi menyisakan ruang aman untuk belajar.

SD Negeri Sekumur bahkan tersapu banjir bandang, sementara atap SD Negeri 1 Babo ambruk dan SD Negeri Alur Jambu tertutup lumpur tebal.