Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) pun memberi ruang bagi kebutuhan belajar yang berbeda tersebut.
Guru Kelas Hambatan Penglihatan SLB YPCC Banda Aceh Novi Widiastuti mengatakan IFP membantu murid tunanetra mengikuti pembelajaran melalui indra pendengaran, sekaligus memungkinkan murid dengan low vision memperbesar tampilan materi sesuai kebutuhan.
“Saya bisa memperbesar huruf dan gambar untuk murid low vision, sementara murid tunanetra dapat belajar melalui narasi, audio, video, serta materi yang dipadukan dengan huruf Braille. Pembelajaran menjadi jauh lebih interaktif dan membuat murid lebih percaya diri mengakses materi,” kata Novi.
Bagi Novi, kemudahan tersebut membuat satu materi pelajaran dapat disajikan dengan cara yang berbeda tanpa harus mengubah tujuan pembelajaran.
Murid pun memiliki lebih banyak pilihan untuk memahami materi sesuai dengan kemampuan masing-masing.