NADIKABAR.COM — Lewat dulu, King Indo! Para jagoan ASEAN sampai memberi jalan. Waduh, aura juaranya sudah beda level. Foto: X.com
Siklus hidup King Indo belakangan ini: menang, menang, menang, lalu menang lagi. Kapan istirahatnya, King? Foto: x.com
“King Indonesia kok sejago ini?” Patrick sampai bingung sendiri. Jawabannya simpel: udah biasa! Foto: x.com
“Sudah kubilang jangan lawan King Indonesia.” Sudah diperingatkan, masih saja nekat. Sekarang tanggung sendiri akibatnya. Foto: x.com
Tongkrongan kami bukan tongkrongan AFF. King Indo mulai pilih-pilih circle. Jepang, Korea sampai Australia diajak nongkrong. Foto: x.com
“Menang kami sombong, kalah kami kapan?” Ini bukan lagi percaya diri, sudah masuk level lupa rasanya kalah. Foto: x.com
“Boleh berisik asal negaranya juara.” Waduh, sudah mulai keluar surat izin sombongnya. Foto: x.com
“Artinya apa, Bang Messi?” Sah Emil jadi kiper terbaik dunia. Kesombongan King Indo sudah menembus batas benua. Foto: x.com
Telepon Argentina dulu. Lawan ASEAN sudah kelar, King Indo mulai cari tantangan baru. Messi, angkat teleponnya! Foto: x.com
“Gampang banget sepak bola ASEAN.” Baru juara sudah mulai menyeruput teh kesombongan. Pelan-pelan, King! Foto: x.com
“Merindukan kekalahan.” Dulu takut kalah, sekarang malah kangen. King Indo sudah beda masalah rupanya. Foto: x.com
Dicari: Counter King Indo. SpongeBob sampai turun tangan pasang pengumuman. Ada yang berani daftar? Foto: X.com
Pilihan tersulit setelah juara: merayakan gelar atau senggol dikit tetangga sebelah? Kenapa tidak dua-duanya sekalian? Foto: X.com
Sudah saatnya post meme kemenangan. Jam tangan boleh menunjukkan pukul berapa saja, bagi King Indo waktunya tetap sama: waktunya pamer kemenangan. Foto: X.com
eluhannya apa? “Nggak bisa menahan kesombongan pas lagi menang, Dok.” Wah, kalau penyakitnya begini obatnya cuma satu: kalah. Tapi kapan? Foto: X.com