Evaluator menyoroti sejumlah tantangan utama, seperti komunikasi di tengah berkembangnya bukti lapangan, penanganan disinformasi, serta proses penarikan produk berisiko dari pasar konvensional maupun daring.
Kendati demikian, temuan simulasi tersebut tidak mengindikasikan bahwa ASEAN tengah menghadapi wabah pangan lintas negara. Nilai strategis kegiatan ini justru terletak pada kesempatan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki celah prosedur sebelum krisis nyata terjadi.
Sebab, informasi mengenai produk berisiko baru akan efektif melindungi konsumen jika ditindaklanjuti dengan penelusuran distribusi, penilaian bahaya, dan pengambilan keputusan yang terukur sesuai tingkat risikonya.