Besarnya anggaran membuat pendidikan gratis tidak berdiri sendiri sebagai kebijakan pembebasan biaya. Negara juga harus memastikan sekolah tetap memiliki sumber daya ketika sebagian biaya layanan yang sebelumnya ditanggung keluarga beralih menjadi tanggung jawab negara. Pembiayaan guru, fasilitas, operasional sekolah, dan kualitas pembelajaran menjadi bagian dari perluasan akses tersebut.

Pemerintah juga menjalankan program dengan sasaran lebih khusus. Sekolah Rakyat, misalnya, menyediakan pendidikan berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini memperlihatkan bahwa persoalan akses pendidikan memiliki lapisan berbeda. Bagi sebagian keluarga, biaya sekolah tidak menjadi hambatan, sementara keluarga lain menghadapi persoalan kemiskinan, tempat tinggal, transportasi, atau lingkungan belajar.

Karena itu, pendidikan gratis di sekolah negeri dapat memperkecil salah satu hambatan utama, sementara program afirmasi tetap diperlukan bagi kelompok yang menghadapi persoalan lebih kompleks.