Dia mengatakan pesantren kini lebih terbuka dan bisa diawasi. Dia menyebut ponpes terus melakukan pembenahan.

"Kita menerapkan sistem keterbukaan di pondok pesantren. Dulu tata tertib di pondok pesantren itu hanya mengatur santri. Sekarang tata tertib di pondok pesantren harus mengatur pembina, kiai juga harus dipotret kalau bermasalah maka itu muncul," ujarnya.

"Dulu kan tidak terbuka, didiamin, pamali, sakral, kiai apalagi ya, tapi kita mencairkan," sambungnya.

Dia mengatakan Kemenag telah membentuk majelis yang akan mengawasi Ponpes. Dia mengatakan integritas harus dikawal.

Nasaruddin juga memuji Itjen Kemenag dalam melakukan pengawasan internal. Dia mengajak masyarakat ikut mengawasi dan mendukung agar pendidikan menjadi tempat tumbuhnya integritas.

"Mari kita jadikan pendidikan sebagai tempat tumbuhnya cinta kejujuran keberanian dan integritas. Sebab pada akhirnya pendidikan antikorupsi bukan hanya tentang mengajarkan apa yang salah dan yang benar. Pendidikan antikorupsi adalah tentang membangun lingkungan yang membuat kejujuran menjadi kebiasaan dan integritas menjadi budaya," ujar Nasaruddin.