NADIKABAR.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker ) Yassierli mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, asosiasi, dan akademisi dapat menjawab masalah kesenjangan kompetensi serta bisa mencetak tenaga kerja (naker) yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing.
"Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata," kata Yassierli di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, industri, asosiasi, dan juga dunia akademisi diyakini dapat mencetak tenaga kerja yang berkompeten serta berdaya saing.
Untuk itu, Menaker mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan Universitas Darma Persada (UNSADA) yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Tripartit dalam rangkaian Seminar Nasional HVAC-R 2026.
Mengusung tema "Membangun Masa Depan Smart & Green Building: Sinergi Industri, Akademisi, dan Profesional dalam Membangun SDM Kompeten dan Berdaya Saing", kegiatan ini lahir dari kebutuhan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM teknik seiring pesatnya perkembangan teknologi Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration (HVAC-R).
Ia menambahkan bahwa melalui MoU tersebut, ketiga pihak sepakat membangun ekosistem kolaborasi "link and match" yang mencakup upskilling, riset, magang industri, sertifikasi profesi, hingga penyerapan tenaga kerja teknik.