Unsada berperan menyiapkan sarjana teknik yang adaptif dan siap pakai, APITU Indonesia sebagai asosiasi praktisi pendingin dan tata udara mendorong standar kompetensi kerja, sementara Panasonic Gobel Indonesia menghadirkan transfer teknologi dari industri.
"Kemitraan tripartit seperti ini adalah contoh konkret link and match, di mana industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing," ujar Menaker Yassierli.
Ia menambahkan, sektor tata udara dan pendingin memiliki peluang kerja yang besar, karena kebutuhan teknisi HVAC-R akan terus tumbuh, mulai dari gedung pintar dan ramah lingkungan hingga rantai dingin untuk pangan dan logistik.
"Ini peluang yang harus kita siapkan SDM-nya sejak di bangku kuliah," katanya.
Sementara itu, Rektor Unsada Agus Salim Sadikin, menyatakan kehadiran Training Center Panasonic akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.