"Bagi UNSADA, kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung dengan teknologi dan standar industri. Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara teori, misalnya memahami siklus refrigerasi dan perhitungan beban pendinginan, tetapi juga terampil di lapangan dan siap bekerja maupun berwirausaha," kata Agus Salim Sadikin.

M. Arif Rachmat Gobel dari PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan Training Center ini menjadi wujud komitmen perusahaan terhadap pengembangan SDM nasional. Mengingat teknologi tata udara terus berkembang menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Melalui Training Center ini, kami ingin mahasiswa dan teknisi mendapatkan pengetahuan produk dan teknologi terkini, sehingga Indonesia memiliki tenaga ahli yang siap mendukung pembangunan smart and green building," ujarnya.

Sementara, Ketua Umum APITU Indonesia Agus Susilo menekankan pentingnya standar kompetensi bagi teknisi tata udara. Sebab profesi di bidang pendingin dan tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar.

"Lewat kemitraan ini, para praktisi APITU siap berbagi pengalaman lapangan, membuka jejaring profesional, dan mendukung sertifikasi agar mahasiswa maupun teknisi mampu menjawab perkembangan teknologi dan regulasi, termasuk mutu rantai dingin," kata Agus Susilo