Namun, di tengah tekanan dan persaingan yang menguras tenaga, Abdil mampu menjaga ritme, mempertahankan kecepatannya, dan menuntaskan perlombaan dengan hasil yang nyaris sulit dipercaya.
Kemenangan itu bahkan ditentukan oleh selisih yang begitu tipis. Abdil mengungguli Zhang Yilong hanya dengan keunggulan 0,01 detik.
Dalam hitungan waktu yang nyaris tak terlihat, kerja keras, ketahanan, dan keberaniannya menemukan puncaknya. Emas pun menjadi milik Merah Putih.
Di balik kalimat singkat itu, tersimpan ketegangan yang mungkin masih membekas setelah pertarungan sengit di dalam kolam.
Dari seorang pemuda yang gugup saat berbicara di depan kamera, Abdil telah menjelma menjadi sosok yang berani menghadapi persaingan para atlet terbaik Asia.