Sebagai potret praktik baik dalam penerapan ekoteologi di Tanah Air, Nasaruddin berbagi pengalaman dalam pengelolaan Masjid Istiqlal Jakarta. Saat ini, Masjid Istiqlal tercatat sebagai tempat ibadah pertama di dunia yang menerima sertifikasi bangunan hijau final Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC).

"Melalui peremajaan ramah lingkungan yang mencakup penggunaan panel surya pintar serta pengelolaan air wudu yang efisien, Istiqlal berhasil membuktikan penghematan energi sebesar 23% dan air hingga 36%, menjadikannya teladan nyata bagaimana spiritualitas mampu menjawab tantangan perubahan iklim dunia," paparnya.

Nasaruddin juga mengajak para pemimpin dunia untuk menempatkan "bahasa agama" sebagai instrumen utama diplomasi internasional untuk membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan dan memulihkan ekosistem bumi yang rusak.

Menurutnya, pendekatan spiritual jauh lebih efektif melucuti ego permusuhan dibanding manuver politik garis keras yang sering menemui jalan buntu. Sebagai bukti nyata, Nasaruddin menawarkan potret keberagaman dan stabilitas Indonesia sebagai model pluralisme global yang sukses dikelola dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Tawaran Indonesia yang disampaikan Nasaruddin dalam forum internasional ini mendapatkan respons positif dari berbagai tokoh dunia yang hadir sebagai panelis dan pengamat.

Penasihat Khusus Abrahamic Family House, UEA, David Rosen pun mengapresiasi penekanan Nasaruddin mengenai pentingnya melampaui formalitas. Menurut Rosen, semangat assisi harus diwujudkan dalam aksi persaudaraan konkret di tingkat lokal demi meredam polarisasi ekstrem global.