NADIKABAR.COM — Pemda DIY mengakui desain portal ke sirip-sirip Jalan Malioboro masih belum ramah difabel. Pemerintah pun berjanji mengubah desain agar lebih ramah difabel.
Masalah portal di Jalan Malioboro ini mengemuka usai video lansia yang menggunakan kursi roda kesulitan untuk lewat viral di media sosial pekan ini.
Portal-portal di sirip-sirip Malioboro diketahui sudah terpasang sejak awal Juli lalu. Total 13 portal terpasang di titik akses jalan sirip-sirip Malioboro guna persiapan pemberlakuan kebijakan kawasan Malioboro Full Pedestrian pada akhir November 2026.
Pemasangan portal ini guna mencegah pelanggaran lalu lintas baik dari kendaraan roda dua maupun roda empat yang kerap menerobos masuk ke koridor utama Malioboro saat jam pedestrian diberlakukan.
"(Portal) Ini uji coba. Ini baru pertama kita operasikan semuanya, kita lihat seperti apa. Kalau tidak ada uji coba, kita tidak mengetahui ada permasalahan-permasalahan apa di lapangan," kata Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Selasa (1/9/2026).
Erni menyebut, salah satu persoalan yang ditemukan yakni berkaitan dengan akses pejalan kaki. Dalam kondisi tertentu, portal perlu dibuka oleh petugas agar pejalan kaki termasuk lansia maupun pengguna alat bantu mobilitas bisa melintas.
Erni mengatakan, keberadaan petugas di setiap titik Regol Ayom menjadi bagian penting dalam penerapan sistem tersebut. Petugas nantinya dapat membuka portal ketika ada pejalan kaki yang membutuhkan akses.