"Salah satu skema yang kami siapkan adalah ketika ada pejalan kaki yang membutuhkan akses, bagian tengah portal bisa dibuka," ujarnya.
"Prinsipnya tempat itu harus dijaga karena kita mengutamakan pejalan kaki," sambungnya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, mengaku cukup prihatin dengan viralnya portal yang membuat pengguna kursi roda kesulitan lewat. Apalagi Jogja menyandang kota ramah anak hingga difabel.
"Bagaimanapun juga Jogja sebagai kota ramah anak, ramah lansia, kalau sudah ada kejadian itu berarti harus ada evaluasi," kata Amir saat dihubungi detikJogja, Selasa (1/9/2026).
"Jangan sampai ada kejadian yang tidak mutu itu terulang kembali," sambungnya.
Ia mendesak penanganan segera. Menurutnya, masalah ini perubahan sistem portal harus dilakukan segera.
"Ya satu, bukan dikaji, tapi dieksekusi. Bagaimanapun juga kajiannya sudah, tapi kan ada korban lansia. Nah, kalau kami ya segera dieksekusi, dicari jalan alternatif, jangan sampai kejadian itu terulang kembali," jelasnya.