Siti mengaku ayahnya tidak pernah menyampaikan firasat atau pesan khusus sebelum berangkat.

"Beliau memang sudah biasa bekerja di luar daerah. Tidak ada firasat apa-apa. Makanya sekarang kami hanya bisa berharap beliau ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.

Keluarga Yaya kini berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Mereka masih berharap operasi pencarian dan pertolongan dapat menemukan Yaya bersama korban lainnya.

Siti mengaku telah menghubungi pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Ia juga masuk dalam grup keluarga korban yang masih dinyatakan belum ditemukan.

Meski demikian, hingga hari ini, keluarga mengaku belum mendapatkan informasi terbaru mengenai keberadaan Yaya.

"Kami berharap ada kepastian. Kalau memang masih dalam pencarian, kami ingin pencarian dilakukan semaksimal mungkin. Kami ingin mendapatkan kabar terbaik untuk keluarga," tutur Siti.

Harapan itu terus dijaga keluarga. Selama belum ada kepastian mengenai keberadaan Yaya, keluarga memilih untuk tetap meyakini bahwa dirinya masih bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

Kabar mengenai Yaya juga telah diterima Pemerintah Desa Sigong. Kepala Desa Sigong, Sumarsono mengatakan pihak desa pertama kali mendapat informasi dari salah seorang warga yang datang ke kantor desa dan menyampaikan bahwa terdapat anggota keluarganya yang diduga menjadi penumpang kapal Virgo Transport 8.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pemerintah desa langsung berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan informasi tersebut.

"Kami mendapat kabar dari masyarakat bahwa ada salah satu warga kami yang diduga ada di kapal Virgo. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dan mencari informasi terkait," katanya.

Menurutnya, pemerintah desa hingga kini masih intens berkomunikasi untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai pencarian korban.