Mapparessa menyampaikan sejumlah aspirasi FSKN kepada pemerintah, mulai dari penguatan pelindungan budaya keraton Nusantara, penyusunan ensiklopedia keraton, hingga digitalisasi aset dan dokumentasi sejarah.

Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pendataan, memberikan informasi yang lebih jelas mengenai sejarah dan identitas keraton, serta mendukung penyusunan kebijakan kebudayaan yang lebih terarah.

Sarasehan Nasional Keraton Nusantara diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan antara pemerintah, pemangku adat, raja, sultan, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian kebudayaan Nusantara.

Sejalan dengan tema 'Lima Abad Jakarta', pembahasan mengenai keraton dan kerajaan Nusantara juga membuka peluang untuk memperkuat peran Jakarta sebagai ruang pertemuan, pengenalan, dan apresiasi terhadap keragaman budaya Indonesia.

Melalui sinergi pemerintah dan komunitas keraton serta lembaga adat, penguatan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya diharapkan dapat terus berjalan.

Dengan demikian, keraton dan kerajaan Nusantara tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga tetap hidup sebagai bagian dari identitas, pengetahuan, dan kehidupan kebudayaan masyarakat Indonesia.