Fadli menegaskan bahwa keris tidak semata-mata dipandang sebagai senjata, benda pusaka, atau sesuatu yang berkaitan dengan mistik, melainkan sebagai warisan budaya yang merefleksikan ekspresi seni, pengetahuan tradisional, sejarah, teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa keris telah memperoleh pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pengakuan tersebut, menurut dia, menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan pengetahuan, keterampilan, dan tradisi perkerisan tetap lestari serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Fadli berharap peresmian Museum Keris Indonesia menjadi awal pengembangan museum yang semakin berkualitas dan dapat menginspirasi museum-museum lain di kawasan TMII.
Ia juga mengharapkan kehadiran museum tersebut dapat menambah jumlah pengunjung TMII serta menjadikan kawasan itu sebagai ruang kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saya mengajak mengunjungi museum, mengenal sejarah dan kekayaan budaya kita, serta turut mengambil bagian dalam merawat dan meneruskannya,” kata Fadli.