Lebih lanjut dia mendorong komunitas dan pelaku budaya di Riau memanfaatkan program Dana Indonesiana untuk mendukung kegiatan seni dan kebudayaan.
Pemerintah, katanya, turut menjalankan program revitalisasi ratusan situs budaya, termasuk sejumlah situs di Riau.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menyampaikan kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai peguyuban tersebut bukan sekadar perayaan, melainkan juga simbol persatuan dan kekuatan kebudayaan yang tumbuh di daerah dengan sebutan "Bumi Lancang Kuning" itu.
"Susunan empat jalur arak-arakan memiliki makna yang berkaitan dengan empat sungai besar di Riau, yakni Sungai Rokan, Siak, Kampar, dan Indragiri. Simbol empat jalur itu juga selaras dengan tradisi sastra Melayu yang mengenal pantun empat baris serta syair yang mendapat pengaruh tradisi Arab," katanya.