NADIKABAR.COM — Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan dapat memperkuat memori kolektif bangsa sekaligus meningkatkan literasi kepahlawanan masyarakat.

"Kita berharap produksi film nanti bisa memperkuat memori kolektif bangsa, menumbuhkan literasi kepahlawanan, mudah diakses oleh masyarakat," kata Fadli dalam acara penandatanganan kontrak Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan di Jakarta, Kamis.

Fadli mengatakan program tersebut mengangkat berbagai peristiwa sejarah Indonesia pada periode 1945-1950 yang menurutnya memiliki banyak kisah perjuangan untuk dinarasikan melalui film.

Ia menyebut berbagai peristiwa tersebut meliputi pertempuran, diplomasi, perjuangan pers, hingga perjuangan masyarakat di berbagai daerah.

Menurut dia, film dapat membantu masyarakat memahami sejarah karena memadukan gambar, cerita, akting, dan musik dalam satu karya.

"Karena di dalam film ada semuanya, ada gambarnya, ada cerita, ada akting, ada musik, dan semua bisa tergambar di sana," ujarnya.

Fadli mengatakan masih banyak kisah kepahlawanan Indonesia yang belum diangkat menjadi film sehingga pemerintah mendorong sineas, produser, sutradara, dan penulis skenario untuk mengangkat cerita tersebut.

Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan menetapkan 20 rumah produksi untuk menggarap tujuh film panjang dan 13 film pendek setelah melalui proses seleksi dan penjurian.

Fadli mengatakan program tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar sejarah lebih mudah divisualisasikan, diceritakan, dan dinarasikan kepada masyarakat.

Ia berharap film yang dihasilkan dapat mengenalkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, sekaligus memperkuat industri perfilman nasional.

Sejumlah film panjang yang terpilih antara lain "Barisan Pengibur" produksi Alenia Citra Multimedia, "Kapal Selam Kalibayan" produksi Panas Dalam Pictures, dan "Kertas Depok" produksi Cinemapicture. Sementara film pendek di antaranya "Jagal di Ujung Pagi: Makassar 1947" produksi Transfer X Film dan "Seribu Soedirman" produksi Optima Stika."

Film-film tersebut nantinya diharapkan dapat diakses masyarakat melalui bioskop, sekolah, berbagai platform, serta festival film internasional.