Di sisi lain, paparan informasi mengenai bencana juga perlu disaring. Masyarakat disarankan memilih informasi dari sumber yang kredibel dan menghindari konten yang hanya menimbulkan ketakutan tanpa memberikan informasi yang bermanfaat.

"Makanya ada pemerintah kemarin mengatakan bahwa coba cari informasi. Terus kemudian komedi juga mungkin ya berperan juga untuk melihat mana sini hoaks, mana yang memang perlu dibagikan ke masyarakat. Mana yang hanya sedar nakut-nakutin," jelasnya.

Ia juga mengingatkan setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam menghadapi tekanan emosional. Mereka yang memiliki pengalaman traumatis, seperti pernah kehilangan orang terdekat atau menyaksikan kejadian buruk, dapat mengalami respons emosional yang berbeda ketika kembali terpapar informasi mengenai bencana.