NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga usai dilanda gempa magnitudo 7,7. Budi mengungkapkan pihaknya telah melakukan identifikasi lapangan terhadap sejumlah sarana perdagangan di NTT.

Salah satu temuan utamanya adalah kerusakan signifikan pada Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai.

"Kita sudah identifikasi pasar, ada satu pasar yang rusaknya cukup berat namanya Pasar Inpres Ruteng di Manggarai. Kami sudah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) agar pasar itu tidak dipakai dulu demi keamanan," kata Budi Santosa saat ditemui usai acara di Alila Hotel, Solo, Kamis (20/8/2026).

Selain fokus pada perbaikan sarana, Budi menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan arus barang ke NTT tidak terganggu. Kemendag telah berkoordinasi dengan distributor dari daerah penyangga untuk mengirimkan pasokan ke NTT.

"Kita ingin memastikan pasokan barang-barang ke NTT berjalan dengan baik. Kita sudah koordinasi dengan dinas dan distributor pemasok di luar NTT, seperti dari NTB atau Jawa Timur. Itu sudah kita komunikasikan agar bisa didistribusikan ke NTT supaya pasokannya cukup," jelasnya.

Budi juga menjamin proses distribusi bahan pokok ke NTT akan terus dipantau secara ketat. Ia menyebut koordinasi antar-lembaga terus diperkuat setiap saat.

"Distribusi bagus berjalan lancar ya. Kita terus koordinasi dan kita bisa melihat perkembangannya setiap saat," ungkapnya.

Untuk memastikan tidak ada lonjakan harga signifikan di NTT, Kemendag mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Lewat sistem tersebut, Budi menyebut pergerakan harga dan stok dipantau secara realtime setiap hari.

"Pengawasan kita ada namanya SP2KP. Di setiap dinas itu ada pengawasan harga, baik dari sisi harga maupun pasokannya. Kami bisa melihat tiap hari karena kontributor SP2KP menginput data ke aplikasi kita setiap hari, jadi bisa kita monitor terus," tegas Budi.

Terkait perbaikan permanen sarana perdagangan yang rusak, nantinya akan ada tim khusus yang menangani tindak lanjutnya. Namun, untuk saat ini, langkah-langkah darurat telah disiapkan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

"Nanti akan ada timnya untuk itu (perbaikan). Tapi saat ini identifikasi dan langkah-langkah daruratnya seperti apa sudah kita bicarakan," pungkasnya.