Namun, menurut dia, harga yang terlalu rendah juga dapat membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan.

"Telur itu ketika harga Rp22.000, Rp24.000, peternak kan tidak bisa berproduksi karena tidak bisa beli pakan dan sebagainya," terangnya.

Menurut Budi, harga mendekati Rp30.000 per kilogram merupakan harga yang ideal karena dapat menjadi titik pertemuan antara kepentingan produsen dan konsumen.

Pada level tersebut, peternak dinilai masih mampu menjalankan produksi, sementara harga tetap diperhitungkan berdasarkan daya beli masyarakat.

Budi mengatakan pemerintah menghitung sejumlah komponen sebelum menentukan harga acuan, termasuk biaya produksi dan distribusi.