"Kita hitung dulu berapa biaya produksi, biaya distribusi dan sebagainya. Kita hitung, ketemunya angka sekian," ujar Budi.
Ia menegaskan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan harga pangan agar produsen tetap dapat berproduksi, sementara konsumen tetap memperoleh pangan dengan harga yang sesuai daya beli.
Sementara terkait harga beras, Budi mengatakan terdapat sedikit kenaikan. Namun, pemerintah telah melakukan intervensi melalui Perum Bulog dengan menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Adapun mengenai beras premium yang sebelumnya disebut langka di sejumlah ritel modern, Budi memastikan kondisi tersebut telah ditangani setelah Bulog mengisi pasokan ke jaringan ritel.
"Sudah diisi oleh Bulog. Jadi di ritel modern juga sudah, saya pikir enggak ada masalah. Stoknya cukup," kata Budi.