Ia menjelaskan sejumlah komoditas industri pengolahan mencatatkan peningkatan ekspor signifikan, antara lain logam mulia, perhiasan, dan permata yang melonjak 116,33 persen, mesin dan perlengkapan elektrik naik 19,91 persen, serta karet dan barang dari karet tumbuh 14,87 persen.
Secara keseluruhan, peningkatan ekspor September didorong sektor nonmigas yang tumbuh 3,98 persen, meskipun ekspor migas mengalami penurunan 4,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari sisi komoditas, ekspor nonmigas masih didominasi lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar 4,43 miliar dolar AS, bahan bakar mineral sebesar 2,99 miliar dolar AS, serta besi dan baja sebesar 2,70 miliar dolar AS.
Kinerja industri pengolahan juga tercermin dalam capaian ekspor kumulatif Januari-September 2026. Sektor tersebut membukukan ekspor sebesar 182,83 miliar dolar AS atau berkontribusi 82,64 persen terhadap total ekspor nasional, dengan pertumbuhan 8,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.