Tito menjelaskan seluruh unsur telah diminta bekerja maksimal dalam menangani karhutla. Prioritas saat ini adalah memadamkan api sekaligus mencegah timbulnya titik api baru.
"Jadi strategi utamanya, yang sudah terlanjur terbakar harus segera dipadamkan dan dilokalisasi dengan semua mobilisasi kekuatan, termasuk dari (Kementerian) PU, Kementerian Pertanian, dan lain-lain," sebutnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah mencapai 72.798 ha.
Berdasarkan data yang disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, Minggu (22/8/2026), provinsi dengan luas karhutla terbesar adalah Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 38.310 ha. Petugas yang dikerahkan untuk memadamkan api di Kalbar berjumlah 10.010 personel.