Menurut Mendes Yandri, Kopdes juga dirancang untuk berjalan berdampingan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui pembagian bidang usaha agar keduanya saling menguatkan dan tidak tumpang tindih.
BUMDes, kata dia, akan berfokus pada pengembangan usaha, seperti desa ekspor, desa wisata, dan desa tematik. Sementara itu, Kopdes Merah Putih diarahkan menjadi sarana untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap barang bersubsidi.
Ia lalu mencontohkan penyaluran elpiji bersubsidi masih ditemukan dengan harga Rp24.000 hingga Rp30.000 di sejumlah tempat. Namun melalui Kopdes, harga elpiji diharapkan berada pada kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000.