Menurutnya, keberhasilan pelestarian bahasa daerah tidak hanya diukur dari penguasaan kosakata, tetapi juga dari kebanggaan dan kebiasaan anak menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan begitu penggunaan bahasa daerah perlu mendapat ruang yang saling terhubung antara rumah, sekolah, komunitas, dan ruang publik agar pewarisan tidak terputus,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.