Ia menyebut Papua memiliki kekayaan bahasa daerah yang besar. Berdasarkan data dalam materi Kongres Bahasa Daerah 2026, dari 729 bahasa daerah di Indonesia, tercatat 428 bahasa terdapat di Tanah Papua.

“Oleh sebab itu pelestarian bahasa tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Namun membutuhkan kebijakan yang nyata, dukungan anggaran, tenaga yang kompeten serta keterlibatan aktif masyarakat,” katanya.

Menurut dia, perubahan zaman, globalisasi, perkembangan teknologi, serta berkurangnya penggunaan bahasa daerah dalam keluarga menjadi tantangan bagi keberlangsungan bahasa ibu.

"Karena itu kami berharap kongres tersebut menghasilkan rekomendasi kebijakan yang terukur dan berkelanjutan, termasuk memperkuat penggunaan bahasa daerah dalam keluarga, pendidikan, kegiatan adat, dan ruang publik sesuai konteksnya," ujarnya.