“Kami juga ingin industri itu berkolaborasi dengan perguruan tinggi karena hampir di banyak negara maju, riset yang berasal dari industri itu lebih dominan ketimbang government spending untuk riset,” katanya.

Brian mencontohkan Turki yang menurut dia memperoleh hingga 70 persen pendanaan riset dari industri.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah lulusan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja seiring pembangunan industri berbasis sains dan teknologi.

“Jadi kami di perguruan tinggi sangat menantikan, silakan bapak ibu industri, Danantara, menugaskan kami di perguruan tinggi untuk melakukan diseminasi sumber daya manusia, riset dan selanjutnya untuk mendorong industri yang ada,” ucap Brian.