"Kami mengharapkan bahwa dana zakat yang dikumpulkan melalui Baznas bisa menjadi sumber pendanaan alternatif bahkan utama dalam pembiayaan pendidikan," ungkapnya.

Menurut data yang ia sampaikan, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Nasional 2025 di bidang pendidikan mencapai Rp 1,56 triliun dengan penerima manfaat lebih dari 2,8 juta jiwa. Akan tetapi, jumlah ini seharusnya bisa lebih banyak menurut proyeksi Baznas.

"Menurut hitungan kami, ekosistem perguruan tinggi memiliki potensi zakat yang besar, yang kami proyeksikan adalah sebenarnya Rp 220 miliar per tahun," sampainya.

Jumlah itu tersebar di PTN Rp 81,1 miliar dan PTS sebesar Rp 140,4 miliar. Melihat besarnya potensi zakat, Idy mendorong agar semua kampus memiliki UPZ.

"Secara struktural nanti UPZ kampus itu berada di bawah koordinasi dan SK-nya dari Baznas Provinsi," sampainya.