Anggaran TEP 2026 mencapai Rp226 miliar, meningkat dari Rp176 miliar pada tahun sebelumnya.

Fokus program tahun ini tidak hanya pada riset dan pemetaan potensi, tetapi juga aksi nyata, termasuk pendampingan masyarakat serta pengembangan kegiatan ekonomi di kawasan transmigrasi.

Sementara itu, data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat terdapat sekitar 10,75 juta mahasiswa terdaftar, dengan 3,34 juta orang atau 31,1 persen berada pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Brian berharap kemampuan perguruan tinggi tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan gambut melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, serta keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Ia juga menyatakan peran akademisi dan masyarakat perlu mendapat ruang dalam kelembagaan BPGMN yang tengah disiapkan pemerintah.

β€œKelembagaan yang kita bangun tentu perlu memberikan ruang agar kemampuan untuk memanfaatkan atau melibatkan para ahli dan masyarakat itu dapat berjalan. Saya yakin di dalam rumusan ini sudah dimasukkan juga peran yang bisa dilakukan nanti oleh para akademisi dan juga oleh masyarakat," kata Brian.