"Jangan etos kerjanya kita paksa, mentalnya kita penginnya yang terbaik, tetapi mohon maaf, harapannya tidak dipenuhi. Maka, jika dipaksa seperti itu, saya pastikan anak-anak mudanya nanti akan keluar dari pekerjaan," paparnya.
Melalui Program Siap Impact, Kemendukbangga/BKKBN mempertemukan mahasiswa tingkat akhir, perguruan tinggi, pemerintah dan pelaku industri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi kehidupan.
Wihaji mengatakan kegiatan tersebut sebelumnya diikuti 893 mahasiswa semester akhir.
"Kegiatan ini tidak boleh berhenti pada forum, tetapi perlu memberikan tindak lanjut dan kepastian bagi peserta, termasuk melalui keterlibatan industri," ucap Wihaji.
Ia berharap, kolaborasi lintas sektor dapat membantu mahasiswa memperoleh bekal yang relevan sekaligus memberi industri akses terhadap sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan.