NADIKABAR.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengemukakan pentingnya keluarga berencana (KB) pascapersalinan yang menjadi salah satu langkah strategis investasi keluarga Indonesia berkualitas.

Wihaji menjelaskan, KB pascapersalinan merupakan pelayanan kontrasepsi yang diberikan kepada ibu segera setelah melahirkan hingga 42 hari pascapersalinan untuk membantu mengatur jarak kelahiran. Lebih dari sekadar mengendalikan angka kelahiran, KB pascapersalinan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui perencanaan yang matang.

"Semangatnya itu memastikan kesehatan mental, kesehatan ekonomi dan kesehatan reproduksinya baik-baik saja," ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Wihaji menjelaskan, KB pascapersalinan menyediakan beragam pilihan kontrasepsi, mulai dari suntik, implan, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), hingga metode operasi wanita (MOW), yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ibu.