NADIKABAR.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengemukakan pentingnya petugas di lini lapangan yakni tim pendamping keluarga (TPK) untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai risiko stunting.
Wihaji mengemukakan hal tersebut karena selama ini masih banyak keluarga yang merasa malu atau enggan mengikuti pendampingan dan pemeriksaan kesehatan di posyandu karena anaknya menderita stunting akibat stigma warga sekitar.
"Ada yang malu kalau dikatakan keluarga risiko stunting. Ada juga yang tidak mau membawa anaknya ke posyandu karena nanti dipersepsikan sebagai keluarga risiko stunting. Ini perlu edukasi," katanya dalam Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) Collaboration Summit di Jakarta, Kamis.